MAIN HATI : PART 2

ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART #2

 PART #2 : Tawaran Mayang

"Ma-mama, mama sedang apa berdiri disini.?" tanya Andi kepada Mayang dengan nada terbata bata,

"mama haus Andi, ini mama mau ambil minum ke dapur, ko kamu belum tidur sih jam segini?" tanya Mayang kepada Andi, "i-iya mah ini Andi masih punya sedikit kerjaan yang harus dikerjakan sekarang" jawab Andi kepada Mayang, "oohh baiklah kalo begitu, mamah buatkan kopi untukmu yah supaya semangat kerjanya" tanpa mendengar jawaban dari Andi, Mayang pun bergegas ke dapur untuk mengambil air minum dan membuatkan kopi untuk Andi.



    Dari belakang Andi bisa melihat langkah kaki Mayang yang bergitu gemulai, kaki mayang yang terlihat dari belakang begitu indah putih mulus seksi tanpa ada noda sedikitpun, pantat mayang yang begitu semok bagaikan gitar spanyol itu terlihat bergetar getar setiap kali Mayang melangkahkan kakinya. "andaikan aku bisa mendapatkan istri seperti ini, pasti hidup ku akan sangat bahagia" gumam Andi dalam hatinya.


     "Hiiss apa apaan kamu Andi, dia itu mertuamu" gumam Andi dalam hatinya dengan penuh rasa bersalah kepada istrinya Sonya karena dia telah membayangkan tubuh indah Mayang. Andi pun berjalan menuju ruangan kerja, kemudian dia pun membuka laptop miliknya dan mulai mengerjakan pekerjaan kantornya.

    Tak lama kemudian Mayang pun datang menghampiri Andi ke ruangan kerja nya sambil membawa sebuah gelas yang berisikan kopi panas yang ia buat untuk menantunya itu. "Andi ini kopinya sudah jadi, mamah simpan diatas meja sini ya" sahut mayang kepada andi sambil menaruh gelas berisikan kopi itu di atas meja andi. 

    Ketika mayang menunduk untuk menaruh gelas itu di meja andi, andi mengintip dengan ujung matanya ia bisa melihat buah dada mayang yang begitu bulat dan indah itu menempel sangat padat pada dada mayang, belahan nya yang begitu rapat tanpa ada celah menandakan betapa besar dan padatnya buah dada milik mayang, walaupun tidak kelihatan secara keseluruhan, tapi andi dengan begitu jelas bisa melihat setengah bulatan dari buah dada mayang itu karena baju daster yang dipake mayang sedikit kebawah ketika ia menunduk untuk menaruh gelas itu di atas meja kerja andi.

     "Ma-makasih mah kopi nya" jawab andi kepada mayang dengan sedikit grogi lantaran di benak nya masih melayang layang memikirkan keindahan dari buah dada milik mayang
      "wajahmu kenapa andi, kelihatannya sangat kusut sekali, apakah kamu kecapean karena terlalu bayak kerjaan?" tanya mayang kepada andi sambil perlahan berjalan menuju ke arah belakang punggung andi. 
      "sini biar mamah pijitin pundak kamu supaya lebih enakan" lanjut mayang

      Dengan keahlian mayang dalam hal memijat, mayang pun mulai memijat pundak andi secara perlahan lahan, kemudian pijatan itu naik secara perlahan ke jidat, pelipis dan kepala andi. "aarggghhh sialan enak banget pijatan mama, baru kali ini rasanya gue di pijat se enak ini, badan terasa jadi lebih enteng, darah yang ada di syaraf rasanya mengalir secara lancar, sonya pun belum pernah memijat gue dari awal nikah sampai sekarang" gumam andi dalam batinnya sambil menikmati nikmatnya pijatan dari ibu mertuanya itu.


       "kamu kenapa andi, lagi stres banyak pekerjaan yah, atau kamu lagi berantem lagi dengan sonya.?" tanya mayang kepada andi. 
        Bak disambar petir, ketika andi mendengar pertanyaan mayang itu, pikiran andi langsung di penuhi dengan rasa bersalah, malu, dan pasrah bercampur aduk menjadi satu. "ahh sialan, kenapa mamah nanya begitu ya, apa jangan-jangan mamah tadi mendengar pembicaraan aku dengan sonya di kamar" batin andi bertanya-tanya dengan rasa gundah gelisah, ingin sekali rasanya andi menanyakan langsung pertanyaan nya itu kepada mayang, namun dirinya terlalu takut jika benar mayang mendengar pembicaraannya dengan sonya tadi di kamar, ia tak kuasa menahan malu jika ibu mertuanya itu tau bahwa mereka berantem akibat keperkasaan andi yang terlalu loyo di ranjang yang tidak bisa memenuhi nafsu seksual nya Sonya.

    "Ng-ngga ko mah andi dan sonya nnga berantem" jawab andi kepada mayang. "mamah tau andi kalian lagi berantem, mamah tadi ga sengaja mendengar pembicaraan kalian ketika mamah dalam perjalan mengambil air minum ke dapur, kenapa kalian berantem nak, kamu boleh ko cerita sama mamah, siapa tau mamah bisa membantu menyelesaikan masalah kalian" ujar mayang kepada andi meyakinkan andi bahwa dia bisa menjadi tempat curhat nya andi.

    "gapapa ko mah, cuma masalah kecil, biasa dalam rumah tangga" jawab andi berbohong kepada mayang, dengan wajah yg memerah menyembunyikan rasa malunya, mau di taro di mana muka ku jika ia menceritakan tentang kejantanan nya yg loyo itu.

    "mamah tau andi, mamah tadi nguping pembicaraan kalian berdua, kejantanan mu itu terlalu loyo kan, cuma tahan 3 menit saja sehingga tidak bisa memuaskan nafsu seksual nya sonya, jangan anggap remeh masalah ini andi, ini masalah serius dalam rumah tangga, jangan sampai sonya mencari kepuasan dari laki-laki lain di luar sana" ujar mayang kepada andi. 

    Bagaikan disambar petir di siang bolong, andi menahan rasa malu yang begitu dalam, ungkapan mayang menusuk jauh kedalam hati andi, wajah andi langsung berubah menjadi merah, setelah mengetahui bahwa mayang sudah tau bahwa pertengkaran yang sering terjadi antara andi dan sonya adalah masalah kejantanan andi yang loyo, andi tidak bisa berkata kata lagi, ia hanya bisa menunduk menahan rasa malu dan bersalah bercampur aduk.

    di tengah lamunan keheningan, mayang pun berbicara "jika kamu mau, mamah bisa membantu untuk meningkatkan kejantananmu supaya tidak loyo lagi andi" mayang pun menawarkan diri untuk membantu andi meningkatkan kejantanan nya yang loyo. "ti-tidak mah terimakasih atas tawaran nya, aku akan berusaha dengan diri ku sendiri" jawab andi dengan penuh rasa malu jika ia menerima tawaran bantuan dari mayang, mau di taro dimana muka andi jika ia tidak bisa menyelesaikan masalah keperkasaan nya yang loyo itu sendiri.


Komentar