MAIN HATI : PART 2

CINTA YANG TAK SEHARUSNYA TERJADI : PART 1

 PART 1 : SEMUANYA TERASA SEMPURNA

Boby dan Lisa adalah sepasang suami istri yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama hampir lima tahun. Selama itu pula, kehidupan mereka dipenuhi dengan kebersamaan, canda tawa, serta saling menguatkan dalam suka maupun duka. Berbagai manis dan pahitnya kehidupan mereka hadapi bersama, menjadikan hubungan keduanya semakin erat dari waktu ke waktu.


Dari luar, kehidupan Boby dan Lisa tampak begitu sempurna. Mereka hidup berkecukupan, memiliki rumah yang nyaman, kendaraan yang layak, serta pekerjaan yang mapan. Banyak orang memandang rumah tangga mereka sebagai gambaran keluarga yang harmonis dan jauh dari persoalan.

Baca juga : TAK ADA ISTRI, MERTUA DAN IPAR PUN JADI : PART 1

Namun, seperti halnya kehidupan rumah tangga lainnya, tidak ada hubungan yang benar-benar tanpa ujian. Di balik senyum dan kebahagiaan yang selalu mereka tunjukkan, tersimpan satu harapan besar yang hingga kini belum juga terwujud.

Selama hampir lima tahun menjalani pernikahan, Boby dan Lisa belum dikaruniai seorang buah hati. Bukan karena mereka tidak menginginkannya. Sebaliknya, kehadiran seorang anak merupakan doa yang hampir setiap hari mereka panjatkan. Mereka telah berusaha semampunya dan terus berharap, tetapi hingga saat itu Tuhan belum juga memberikan kepercayaan untuk menitipkan seorang anak kepada mereka.

Meski demikian, Boby dan Lisa memilih untuk tetap saling menguatkan. Mereka percaya bahwa setiap ujian memiliki waktunya sendiri, dan setiap doa akan menemukan jawaban pada saat yang paling tepat.

Malam itu, Boby dan Lisa menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga sambil menonton acara favorit mereka. Suasana terasa hangat dan tenang. Lisa, yang memang dikenal manja kepada suaminya, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Boby dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

Baca juga : KESUCIANKU DIRENGGUT AYAH TIRIKU SENDIRI

Boby memiliki tubuh yang tegap dan atletis. Hal itu bukan tanpa alasan. Sejak sebelum menikah, ia sangat gemar berolahraga, terutama berlatih di pusat kebugaran. Rutinitas tersebut membuat tubuhnya tetap bugar dan menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatannya.

"Mas..." panggil Lisa lembut sambil menatap suaminya. "Ayo kita lakukan lagi malam ini. Siapa tahu kali ini doa kita dikabulkan."

Boby tersenyum hangat lalu menggenggam tangan istrinya.

"Tentu, Sayang. Kita akan terus berusaha bersama. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting kita saling mendukung dan tidak pernah kehilangan harapan," jawabnya penuh keyakinan.

Lisa mengangguk pelan, lalu tersenyum.

"Baiklah, Mas. Tunggu sebentar di sini, ya. Aku ke kamar dulu untuk menyiapkan semuanya."

"Baik, Sayang. Mas menyusul sebentar lagi," balas Boby sambil tersenyum.

Baca Juga : INGIN KU MENOLAK, TAPI IPAR KU TERLALU ENAK

Lisa pun berjalan menuju kamar, sementara Boby memandang kepergiannya dengan penuh kasih sayang. Di dalam hatinya, ia terus memanjatkan doa agar suatu hari nanti rumah tangga mereka benar-benar lengkap dengan kehadiran tawa seorang anak.

"Mas, ayo ke sini. Kamarnya sudah aku siapkan," panggil Lisa dari dalam kamar kepada Boby yang masih duduk di ruang keluarga.

"Baik, Sayang. Mas datang," jawab Boby sambil tersenyum.

Ia mematikan televisi, lalu bangkit dari sofa dan melangkah menuju kamar.

Perlahan Boby memutar gagang pintu. Begitu pintu terbuka, aroma parfum kesukaannya langsung menyambut indra penciumannya. Suasana kamar tampak lebih hangat dan romantis dari biasanya. Lampu utama telah diredupkan, sementara beberapa lilin aromaterapi di sudut ruangan memancarkan cahaya lembut.

Di atas ranjang, Lisa telah menunggunya. Ia mengenakan pakaian tidur seksi yang menjadi favorit Boby, lengkap dengan senyum hangat yang sejak dulu selalu mampu membuat hati suaminya berdebar. Tatapan matanya penuh kasih sayang sekaligus harapan, seakan menghapus penat yang Boby rasakan sepanjang hari.

"Ayo, Mas... sini," ucap Lisa lembut sambil mengulurkan tangannya. "Malam ini, aku hanya ingin kita menikmati waktu bersama."

Boby menghampiri istrinya sambil membalas senyuman itu. Ia menggenggam tangan Lisa dengan penuh kelembutan, lalu duduk di tepi ranjang.

"Kamu selalu berhasil membuat Mas merasa pulang," ujar Boby pelan.

Lisa tersenyum malu, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. 

Boby pun perlahan membuka ikatan tali dari baju tidur yang dipakai Lisa

Baca episode selanjutanya CINTA YANG TAK SEHARUSNYA TERJADI : PART 2

Komentar