MAIN HATI : PART 2

ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART #4

 PART #4 : PIJATAN

Mayang menatap Andi dengan tenang, seolah sudah mengetahui keputusan yang akan diambil menantunya.

"Mamah sudah menduga, Andi. Cepat atau lambat, kamu pasti akan mempertimbangkan tawaran Mamah," ucapnya lembut.

Ia kemudian menepuk pelan bahu Andi sebagai bentuk dukungan.


"Jangan memendam semuanya sendirian. Apa pun masalahmu, kita bisa mencari jalan keluarnya bersama."

Andi hanya terdiam. Kepalanya tertunduk, sementara pikirannya masih dipenuhi rasa malu, kecewa, dan kebingungan. Ia tahu dirinya membutuhkan bantuan, tetapi ia juga belum yakin langkah apa yang harus diambil.

"Lalu... apa yang harus aku lakukan, Mah?" tanya Andi dengan wajah penuh kebingungan. Tatapannya kosong, seolah tak lagi mampu menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapinya.

Baca juga : ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART #3

Mayang menatap menantunya dengan tenang. Ia dapat merasakan betapa besar beban yang sedang dipikul Andi.

"Pertama, kamu harus berhenti menyalahkan diri sendiri," ucap Mayang lembut. "Setiap suami pasti bisa memuaskan nafsu istrinya di ranjang, tergantung bagaimana cara dia membuat kejantanan nya agar gagah perkasa"

Andi terdiam, mendengarkan setiap perkataan mertuanya.

Baca juga : DIRUDAL PAKSA OLEH AYAH TIRIKU SENDIRI

"Kalau memang ini sudah mengganggu kehidupan rumah tangga kalian, mamah akan membantu mu supaya keperkasaan mu itu tidak loyo lagi dan kamu mendapatkan keperkasaan di atas ranjang yang Sonya ingin kan" ujar Mayang sambil menatap Andi penuh keyakinan. 

"Dengan cara apa Mamah bisa membantuku?" tanya Andi pelan. Kerutan di dahinya semakin terlihat jelas, menandakan kebingungan yang masih menyelimuti pikirannya. Ia ingin percaya bahwa masih ada jalan keluar, tetapi ia belum bisa membayangkan bagaimana semua itu akan terjadi.

"Mamah punya keahlian pijat terapi dan relaksasi yang diwariskan secara turun-temurun dari keluarga Mamah," jawab Mayang dengan tenang.

Baca juga : CINTA YANG TAK SEHARUSNYA TERJADI : PART 1

"Hah.? pijat terapi.? maksudnya seperti apa, mah?" tanya andi dengan wajah penuh keheranan

"Sudah, jangan terlalu banyak berpikir dulu," ujar Mayang dengan tenang. "Kalau memang kamu ingin mencoba terapi yang Mamah maksud, nanti jam 10 malam setelah semua orang beristirahat, datanglah ke kamar mamah. Kenakan sarung saja supaya proses terapinya lebih mudah"

"Ba-baik, Mah" jawab andi sambil mengangguk pelan

Malam pun semakin larut. Jarum jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Suasana rumah berubah sunyi. Dari kamar Sonya dan Stella sudah tidak terdengar lagi suara percakapan maupun aktivitas apa pun, pertanda keduanya telah beristirahat.

Setelah memastikan semua penghuni rumah telah beristirahat, Andi menarik napas panjang lalu melangkah keluar kamar. Ia berniat menemui Mayang di kamarnya untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pijat terapi yang dibicarakan tadi, mengikuti perkataan Mayang, dia hanya memakai sarung saja, berharap dapat menemukan jalan keluar yang bijaksana bagi rumah tangganya.

"Tok... tok... tok..."

Terdengar suara ketukan pelan di pintu kamar Mayang. Malam itu suasana rumah begitu sunyi, hanya suara detak jam dinding dan detak jantung Andi yang berdebar sesekali memecah keheningan.

"Masuk, Andi" terdengar suara Mayang dari balik pintu.

Baca juga : METUAKU ADALAH AYAH DARI ANAK KU

Andi perlahan membuka pintu dan melangkah masuk. Tercium wangi khas mawar yang ia kenal dari mertuanya itu memenuhi seisi kamar, lengkap dengan lilin aroma terapi yang sudah di siapkan, disambut dengan seorang wanita matang menggunakan lingerie seksi berwarna pink dengan list bunga putih, pertanda bahwa dia sudah menunggu kedatangan Andi

"Maaf mengganggu, Mah," ucap Andi pelan. "Aku datang karena ingin melanjutkan pembicaraan kita tadi."

"Ayoo berbaring disini, Andi" suruh mayang kepada Andi sambil menepuk pelan ranjang tempat ia sedang duduk.

Andi pun menuruti perkataan Mayang, Andi perlahan mulai naik ke atas ranjang tempat tidur Mayang, dan membaringkan badan nya dengan posisi tengkurap.

Mayang mulai memijat perlahan bahu Andi

"Sial! pijatan ini terlalu enak" ucap Andi dalam batinnya menikmati setiap gerakan yang dilakukan Mayang terhadap badannya.

"Bagaimana, Andi? Apa tubuhmu sudah terasa lebih rileks?" tanya Mayang sambil menghentikan pijatan terapi di bagian bahu.

Andi menghela napas panjang sebelum mengangguk pelan.

"Lumayan, Mah. Badanku terasa lebih ringan. Sudah lama aku tidak merasa setenang ini."

Mayang tersenyum tipis. "Itu karena kamu selama ini memendam terlalu banyak beban. Ingat, terapi ini hanya membantu tubuhmu rileks. Untuk masalah kejantanan mu agar tidak loyo, itu tergantung bagaimana kamu menjalani terapi ini.

Mayang naik ke atas punggung Andi dan mulai memijat bagian belakang punggung Andi

"Hah... apa ini? Kenapa punggungku terasa basah?" tanya Andi dalam batinnya, Ia dapat merasakan ada suatu cairan basah yang menempel di punggung nya, Ia sedikit mengernyit. Ada sensasi hangat yang menyentuh kulit punggungnya, membuatnya spontan menoleh. Namun, dari posisinya saat itu, ia tidak dapat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Berbagai dugaan bermunculan di benaknya. Mungkin itu minyak terapi yang terlalu banyak digunakan, dan dia juga dapat merasakan sesuatu yang menempel di punggungnya seperti gumpalan daging "apa mamah ga memakai celana dalam ya" dengan sangat yakin dia bisa merasakan sesuatu "Apa cairan yg ada di punggungku ini adalah cairan yang keluar dari lobang kenikmatan Mamah" batin Andi berperang dengan pikirannya.

"Ayoo, Andi balik badan mu secara terlentang" pinta mayang memecah lamunan Andi.

"Ba-baik Mah..." jawab Andi seraya mengubah posisi tidurnya.

Mayang mulai memijat kaki Andi dengan gerakan perlahan, jemarinya bekerja penuh kelembutan. Setiap tekanan yang diberikannya terasa pas, seolah ingin mengusir seluruh rasa lelah yang mengendap setelah aktivitas seharian. Andi hanya bisa memejamkan mata, menikmati pijatan itu sambil sesekali mengembuskan napas lega. Andi merasa canggung, diiringi keheningan yang justru membuat momen tersebut semakin hangat dan lebih intim.

Andi dapat merasakan tangan mayang yang lembut itu mulai meraba paha dalam miliknya. "Ma-mah.. Apakah bisa kita lewatkan bagian ini, aku merasa tidak nyaman" ucap Andi dengan nada sedikit ter engah-engah. "Tidak bisa Andi, ini adalah pijatan yang paling penting, sudah kamu nikmati saja pijatan mamah ini" jawab Mayang lembut

Andi mulai bisa merasakan jari-jari Mayang mulai masuk kedalam bagian celana dalam miliknya...

Baca episode selanjutnya

Komentar