- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PART 1 : Siapa Dia.?
Hari itu sudah malam ketika Raka akhirnya bisa pulang ke rumah setelah lembur seharian. Tubuhnya memang terasa lelah, tetapi rasa lelah itu seakan hilang begitu membayangkan sosok istri yang sudah menantinya, Sinta.
Sudah seminggu mereka tidak melakukan bercocok tanam karena Sinta sedang datang bulan. Selama itu pula Raka harus menahan nafsunya kepada sang istri.
Baca juga : ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART 1
Di perjalan, Raka melihat banyak sekali wanita-wanita malam yang berdiri di pinggir jalan menggunakan pakaian seksi dan berdandan cantik, yaa mereka sedang menunggu orderan datang. Melihat kejadian itu membuat libido seksual Raka semakin memuncak dan ingin segera sampai kerumah agar bisa menggarak lobang kenikmatan milik istrinya, Sinta.
Sesampainya dirumah, Raka langsung masuk kedalam rumah dengan sedikit tergesa-gesa karena sudah tidak kuat lagi menahan libido di dalam dirinya.
Begitu membuka pintu rumah, Raka langsung mencari keberadaan Sinta.
“Sayang, kamu di mana?” panggilnya.
Tidak ada jawaban dari Sinta.
Suasana di dalam begitu sunyi. Hampir seluruh ruangan sudah gelap, hanya cahaya redup dari arah dapur yang terlihat samar-samar.
Baca juga : DI GANGBANG KETIKA LAGI MABOK
Langkah Raka terhenti ketika matanya menangkap sosok seorang wanita yang sedang berdiri di dapur. Wanita itu membelakanginya, mengenakan lingerie seksi merah dengan sedikit terawang yang membuat Raka seketika terdiam.
“Sayang...?” gumam Raka pelan.
Wanita itu tampak sedang sibuk menyiapkan sesuatu di atas meja dapur. Aroma masakan yang harum perlahan memenuhi ruangan.
Raka tersenyum sendiri.
Sepertinya Sinta sengaja menyiapkan kejutan untukku.
Setelah seminggu tidak bisa menikmati bercocok tanam, melihat istrinya menyambut kepulangannya dengan cara seperti itu membuat rasa lelah Raka seolah menghilang.
Baca juga : ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART 3
Tanpa basa basi, Raka pun memeluk wanita itu dari belakang. dia mulai meraba-raba bagian tubuh sensitif dari wanita itu, dari arah belakang dia mulai meremas-remas buah dada milik wanita itu sambil mencium cium bagian leher belakang dari wanita itu
Perlahan Raka mulai menurunkan celananya hanya tersisa daleman saja. Begitupun pada wanita itu, dia mulai menurunkan baju lingerie yang dipakainya, kemudian sesekali meremas-remas buah dada serta ujung tangan nya sesekali memainkan puting dari buah dada milik wanita itu.
"Sayang, koo payudara kamu kaya membesar yaa, sekarang kaya ga muat di tangan aku" bisikan Raka ke telinga wanita tersebut sambil terus meremas-remas payudara dari wanita tersebut.
Tidak ada jawaban dari wanita tersebut, hanya sesekali terdengar seperti suara menahan desahan "euummhh...euummhhh".
Baca juga : KEPERAWANANKU DIRENGGUT AYAH TIRIKU
Didalam kenikmatan itu, tanpa di sadari tangan Raka sudah berada di dalam celana dalam wanita tersebut, tangan kirinya asik memainkan kacang yang ada di lobang kenikmatan wanita tersebut, sementara tangan kanannya terus meremas-remas buah dada dari wanita itu dan bibirnya tidak henti mencium leher sampai terlihat seperti ada tanda merah di leher wanita tersebut.
Sensasi hangat dan basah yang menyapu jemarinya memberi tahu Raka satu hal: wanita di hadapannya sudah sepenuhnya menyerahkan diri. Sementara itu, gairah di tubuhnya sendiri makin tak tertahankan, berdenyut menegang menuntut penuntasan.
Tanpa melepas pandangan dari lekuk tubuh di depannya, Raka melucuti sisa pakaian yang menghalangi. Ia merapat dari belakang, membiarkan kulit mereka bersentuhan erat. Dengan ketegangan yang kian membakar, ia menggesekkan kejantanan miliknya secara perlahan di area lobang sensitif wanita itu—memainkan ritme yang membuat napas mereka berdua makin memburu.
Ia mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu, merapatkan tubuhnya makin intim hingga napas hangatnya menyapu tengkuk sang wanita.
"Sayang, kamu sudah basah sekali..." bisik Raka dengan suara serak yang tertahan. "Aku sudah tidak tahan. Boleh masuk sekarang, ya?"
Baca juga : MERTUAKU LEBIH ENAK DARIPADA ISTRIKU
Tepat saat Raka hendak menuntaskan desakannya, sebuah suara yang sangat familier memecah keheningan dari arah pintu kamar yang sedikit terbuka.
"Mas, kamu sudah pulang?"
Kata-kata itu menghantam Raka bagai sengatan listrik. Tubuhnya mendadak kaku. Seluruh gairah membara yang tadinya membakar seketika surut, berganti dengan hawa dingin yang menjalar dari telapak kaki hingga ke kepala. Jantungnya berdegup kencang secara tidak beraturan.
Dengan napas yang tertahan dan mata membelalak penuh horor, Raka perlahan menarik tubuhnya mundur. Ia menatap sosok wanita di depannya, lalu beralih menatap ke arah pintu kamar tempat bayangan Sinta—istrinya—berdiri.
"Lho... Si-Sinta ada di kamar?" bisik Raka terbata-bata, suaranya bergetar hebat saat menyadari kenyataan yang mengerikan. "Terus... i-ini siapa?"
Wanita yang tadi berada dalam pelukannya hanya terdiam di kegelapan remang remang dapur, tanpa niat sedikit pun untuk menjauh.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar