MAIN HATI : PART 2

MABA POLOS INCARAN KATING CANTIK : PART 2

 PART 2 : PENASARAN

Perlahan, sosok yang berada di atas motor moge itu mematikan mesinnya. Suara raungan mesin yang sejak tadi memenuhi halaman kampus pun perlahan menghilang, menyisakan keheningan yang justru terasa semakin menegangkan.

Semua mata masih tertuju kepadanya.


Tak ada seorang pun yang beranjak. Rasa penasaran membuat para mahasiswa yang berada di sekitar tempat itu seolah terpaku, menunggu siapa sebenarnya sosok misterius di balik helm tersebut.

Kemudian, wanita itu turun dari motor dengan gerakan tenang dan penuh percaya diri.

Ia berdiri tegak di samping moge berwarna pink yang tampak begitu mencolok. Tingginya kurang lebih 175 sentimeter, dengan postur tubuh yang proporsional dan aura yang membuat siapa pun sulit mengalihkan pandangan.

Baca juga : MAHASISWA POLOS INCARAN KATING CANTIK : PART 1

Tangannya perlahan terangkat menuju helm yang masih menutupi kepalanya.

Klek...

Pengait helm dilepaskan.

Dengan gerakan perlahan, ia mengangkat helm tersebut dari kepalanya.

Rambut pirang panjang yang sebelumnya tersembunyi di balik helm langsung terurai dan jatuh melewati bahunya. Beberapa helai rambutnya tertiup angin, semakin mempertegas kecantikan wajahnya yang terlihat begitu mempesona.

Wajah cantiknya membuat suasana seketika berubah.

Baca juga : MAIN HATI : PART 1

Kulitnya yang putih, sorot matanya yang tajam namun elegan, serta parasnya yang begitu menawan membuat beberapa orang di sana sampai terdiam tanpa sadar.

Dia adalah Clara, sang primadona kampus, banyak cowok yang tergila gila dan ngejar ngejar dia, namun tidak ada satu pun cowok yang dapat menakluk kan hati wanita tersebut.

"Seorang... wanita?" gumam salah seorang mahasiswa dengan nada tak percaya.

"Serius? Yang bawa moge itu cewek?"

Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai arah.

Baca juga : ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART 1

Tak sedikit yang hanya mampu menatap dengan mulut sedikit terbuka. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa pengendara moge yang sejak tadi membuat perhatian seluruh kampus tertuju kepadanya ternyata adalah seorang wanita cantik.

Wanita itu kemudian merapikan rambut pirangnya dengan satu tangan sebelum menggantungkan helm di salah satu tangannya.

Ia mengenakan jaket berwarna pink yang terlihat serasi dengan motor moge miliknya. Celana jeans model cutbray yang dikenakannya semakin mempertegas kesan modis sekaligus elegan dalam penampilannya.

Seketika, sosoknya menjadi pusat perhatian.

Baca juga : ANTARA ISTRI, MERTUA DAN IPAR : PART 2

Bukan hanya karena motor moge yang dikendarainya, tetapi juga karena kecantikan dan karisma yang terpancar begitu kuat dari dirinya.

Beberapa mahasiswa bahkan saling melirik seolah ingin memastikan bahwa apa yang mereka lihat bukan sekadar khayalan.

"Ini beneran terjadi di depan mata kita?" bisik seorang mahasiswa.

Yang lain hanya mampu menggelengkan kepala.

Sementara itu, wanita tersebut sama sekali tidak terlihat terganggu dengan tatapan puluhan pasang mata yang mengarah kepadanya.

Ia justru berjalan santai meninggalkan motornya.

Setiap langkahnya terasa begitu percaya diri.

Dan tanpa disadari siapa pun, kedatangannya hari itu bukan hanya membuat halaman kampus menjadi pusat perhatian.

Baca juga : KESUCIANKU DIRENGGUT MERTUAKU SENDIRI : PART 1

Kehadirannya juga menjadi awal dari sebuah cerita yang kelak akan mengubah kehidupan seseorang.

Namun, tidak bagi Arganta.

Di tengah riuhnya suara kekaguman dan bisik-bisik para mahasiswa, Arganta justru tetap duduk seperti biasa. Ia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang sedang terjadi di belakangnya.

Baginya, kedatangan ke kampus hari itu hanya memiliki satu tujuan: belajar.

Ia tidak ingin membuang waktu hanya karena kehadiran seorang wanita cantik yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian seluruh kampus. Bahkan, Arganta tidak merasa perlu untuk sekadar menoleh dan melihat siapa sebenarnya wanita yang sedang ramai dibicarakan itu.

"Urusanku ke kampus cuma kuliah. Bukan mencari sensasi," gumamnya dalam hati.

Arganta tidak tahu siapa wanita itu.

Baca juga : RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU : PART 1

Ia juga tidak tahu alasan wanita tersebut datang ke kampus dengan sebuah motor moge berwarna pink.

Dan yang paling tidak ia ketahui...

kedatangannya hari ini perlahan akan mengubah jalan hidup Arganta.

Ironisnya, orang yang paling tidak peduli terhadap kehadiran wanita tersebut justru akan menjadi orang yang paling sering berurusan dengannya.

Namun untuk saat ini, Arganta masih duduk dengan tenang, tanpa sedikit pun menyadari apa yang sedang menunggunya di depan.

Ia hanya tahu satu hal.

Hari ini adalah hari untuk belajar.

Baca juga : INGIN KU MENOLAK, TAPI IPARKU TERLALU ENAK : PART 1

Setidaknya... itulah yang selama ini ia pikirkan.

Wanita itu berjalan santai menyusuri halaman kampus.

Langkahnya perlahan membawa dirinya ke arah sebuah pohon rindang yang berada tidak jauh dari sana.

Di bawah pohon tersebut, terlihat seorang pemuda yang sedang duduk bersandar pada batang pohon sambil membaca buku. Kedua telinganya masih terpasang headset, membuatnya seolah berada di dunianya sendiri.

Pemuda itu adalah Arganta.

Namun, wanita tersebut sama sekali tidak berniat menghampirinya.

Ia bahkan tidak mengenal siapa pemuda yang sedang duduk sendirian itu.

Tujuannya justru adalah beberapa orang yang sedang duduk bersama tidak jauh dari tempat Arganta berada.

Mereka adalah teman-temannya.

Sambil membawa helm di salah satu tangannya, wanita itu terus berjalan melewati Arganta.

Jarak mereka hanya beberapa langkah.

Namun, Arganta tidak menyadarinya.

Matanya masih terpaku pada halaman buku yang sedang dibacanya. Musik yang mengalun dari headset membuat suara langkah kaki di sekitarnya terdengar samar baginya.

Wanita itu pun berlalu begitu saja.

Tanpa sapaan.

Tanpa tatapan.

Baca juga : AKIBAT KELAMAAN MENJANDA : PART 1

Tanpa sedikit pun menyadari bahwa pemuda yang baru saja ia lewati kelak akan menjadi seseorang yang begitu penting dalam hidupnya.

Begitu sampai di dekat teman-temannya, wajah wanita itu mulai dihiasi senyuman.

"Hei, kalian!" sapanya.

"Hai Clara, lo baru sampai" jawab salah satu temen Clara yaitu Yasmin

Sementara di bawah pohon, Arganta masih tetap duduk dengan tenang.

Ia sama sekali tidak tahu bahwa beberapa meter dari tempatnya berada, sebuah pertemuan sederhana baru saja terjadi.

Pertemuan yang bahkan tidak dianggap penting oleh keduanya.

Baca juga : TAK ADA ISTRI, MERTUA DAN IPAR PUN JADI : PART 1

Namun terkadang, kisah besar memang tidak selalu dimulai dengan sebuah perkenalan.

"Gilaaa Clar, seperti biasa lihat noh semua mata tertuju sama lo, apalagi anak-anak baru itu, pasti terkagum kagum sama kecantikan lo" sahut salah satu teman Clara yaitu Shinta.

"Yaaa gimana yaa... Gue emang udah cantik dari sananya sihh" jawab Clara sebari bercanda

Di saat hampir semua mata tertuju kepada Clara, justru perhatian Clara perlahan beralih kepada seseorang yang sama sekali tidak memperhatikannya.

Seorang cowok misterius yang duduk tidak jauh dari tempatnya.

Clara yang sedang berbincang bersama teman-temannya sesekali melirik ke arah pemuda itu. Ada sesuatu yang membuat rasa penasarannya muncul begitu saja.

Di tengah suasana kampus yang riuh oleh bisik-bisik tentang kedatangannya, cowok itu justru terlihat begitu tenang.

Ia duduk bersandar di bawah pohon rindang dengan sebuah buku terbuka di tangannya. Kedua telinganya masih terpasang headset, seolah suara-suara di sekitarnya tidak pernah ada.

Yang membuat Clara semakin heran adalah satu hal.

Cowok itu bahkan tidak menoleh kepadanya.

Padahal sejak kedatangannya, hampir semua mahasiswa yang berada di halaman kampus sempat mencuri pandang ke arahnya. Ada yang terang-terangan memperhatikan, ada pula yang berbisik-bisik bersama teman mereka.

Namun cowok itu?

Tidak.

Seolah kehadiran Clara sama sekali tidak menarik baginya.

Clara kembali melirik.

"Siapa cowok itu?" tanyanya dalam hati.

Entah mengapa, semakin ia memperhatikannya, semakin besar pula rasa penasarannya.

Bukan karena cowok itu melakukan sesuatu yang aneh.

Justru sebaliknya.

Sikapnya yang terlalu tenang dan tidak peduli itulah yang membuat Clara merasa penasaran.

"Biasanya cowok kalau melihat aku pasti setidaknya melirik," batinnya sambil memperhatikan pemuda itu dari kejauhan.

Namun kali ini berbeda.

Clara bahkan tidak tahu nama cowok tersebut.

Ia hanya tahu bahwa ada seorang pemuda yang duduk sendirian di bawah pohon, membaca buku sambil mendengarkan musik, dan sama sekali tidak tertarik dengan keramaian yang mengelilinginya.

Sementara itu, Arganta masih sibuk dengan bukunya.

Tanpa mengetahui bahwa sejak beberapa saat lalu, ada sepasang mata yang diam-diam memperhatikannya.

Dan tanpa Clara sadari, rasa penasaran kecil yang muncul di dalam hatinya hari itu mungkin akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

BACA EPISODE SELANJUTNYA >>>

Komentar